Tuesday, October 27, 2009

Jasmine in the night

Kali ini saya akan kembali berkisah mengenai pengalaman pulang kampus larut malam. Setibanya di stasiun dekat rumah, saya melangkahkan kaki melalui jalur yang biasa saya gunakan. Lalu tibalah pada jalan setapak di samping rel kereta yang dibatasi kerindangan pepohonan di sisinya. Suasana malam itu gelap, sedikitnya penerangan membatasi pandangan mata saat itu. Namun seperti biasa, dengan santai kulalui jalan setapak itu.

Tidak seperti biasanya, malam ini ada yang berbeda. Suasana menjadi agak cangggung ketika hidung ini menangkap harum wewangian. Harum yang bisa dikatakan tak lazim di tempat seperti ini. Karena malam-malam sebelumnya belum pernah dirasakan. Harum dari bahan campuran kemenyan, harum bunga melati.

Masih bertahan untuk tetap santai dan menikmati suasana. Namun pikiran ini mulai membandel dan menampilkan ulasan perkataan teman. "Harum ini menandakan ada makhluk halus disekitar, harum ini bertanda ada yang hendak menampakan wujudnya" dan sebagainya. Berkat pikiran itu suasana sesaat tidak lagi santai. Entah mengapa mata seakan menagkap siluet makhluk setinggi 2meter di sisi jalan antara pepohonan. Ah.. mereka juga ciptaan Allah, dan interaksi dengan mereka juga di larang. Untuk apa takut, toh sudah seharusnya kita lebih takut terhadap yang menciptakan mereka. Ketika pandangan sudah dapat menangkap beberapa orang di pos ronda, suasana menjadi santai kembali.

Esok paginya melewati jalan yang sama menuju kampus. Di lokasi yang sama, terucap kata subahanallah. Pemandangan rindang yang menghiasi jalan sungguh menentramkan hati. Hal ini menjadi lebih terungkap ketika ada niat meneksplorasi lingkungan mencari pembenaran peristiwa tadi malam. Dan jawabanya segera ditemukan.

Harum melati yang tercium tadi malam bersumber dari pohon melati yang sedang rindang bunganya. Tempatnya agak terpencil dan mungkin memang baru musimnya berbunga. Dugaan lainya adalah bunga tersebut rutin dipetik, namun malam itu sang pemilik tidak melakukanya. Siluet setinggi 2m adalah pohon yang ditebang. Semakin gelap karena ada bekas terbakar. Di sisi bawahnya ada jejak pembakaran sampah.

Hikmah yang dapat saya ambil dari kejadian ini adalah pentingnya berpikir logis dan berprasangka positif. Kadangkala untuk kejadian yang tidak lazim, kita sering langsung mengkaitkanya dengan fenomena gaib. Padahal jika kita mau berusaha lebih, mengobservasi, mengkaji dan meneliti. Kita bisa mengungkap lebih banyak hikmah dan ilmu yang bermanfaat. Kadangkala ketidak tahuan yang kita miliki membuat kita menyerahkan persoalan yang dihadapi kepada definisi "MISTERI". Seharusnya ketika memang akal tak mampu menjawabnya, maka ada konsekuensi positif lagi wajib bagi ummat beragama untuk menyerahkanya kepada agamnya. Islam menjawab hal itu.





Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)

Maka setelah kita meyakini untuk apa manusia dan jin diciptakan. Tidak ada kekhawatiran untuk kita memurnikan urusan untuk semata-mata menyembah-Nya dan mengharap perlindungan semata-mata dari-Nya.

Berfikir positif terhadap kejadian yang kita alami sangat dianjurkan. Dalam kasus yang saya alami, keindahan bunga melati menjadi sirna malam itu. Kadang keindahan suatu hal disuatu waktu bisa menjadi keburukan diwaktu yang lain. Stigma negatif yang diberikan lebih kepada pemikiran dari praduga yang berkembang di masyarakat. Hal ini biasa saja dikalahkan jika kita terbiasa berpikiran positif dan logis ketimbang latah untuk mengikuti asumsi umum.

Jadi, tetap berusaha berpikir logis lagi positif. Sehingga keindahan sejati tidak ditutupi oleh kabut misteri.

[+]Baca lanjutanya ...

Tuesday, August 25, 2009

Hikmah Malam Ke-5 Ramadhan

Alhamdulillah, sampai pada malam ke-5 Ramadhan.

Tempat : Masjid Jami Baitul Akbar, Komplek BIN, Pasar Minggu.

Program Ramadhan Masjid :
> Khutbah ba'a Isya
> Sholat Taraweh 11 rakaat + 3 Witir
> Zakat Fitri
> dll.

Hikmah :

Kali ini mencari masjid yang agak jauh dai rumah. Setelah perjalanan +/- 1.5 Km sampailah ke mesjid Jami Baitul Akbar. Suasananya ramai,disekitar masjid banyak pedagang makanan. Para Jama'ah berdatangan ke mesjid dengan jalan kaki, bersepeda atau dengan motor. Terlihat petugas keamanan BIN mengatur posisi parkir para pengendara.

Banyak anak kecil bermain-main sebelum sholat Isya dimulai. Mengobrol, kejar-kejaran, berkelahi sampai saling menangis. Yah, namanya juga anak-anak. Suasana sholat masih ramai. Masih terdengar candaan anak-anak di shaft belakang. Namun suasana ini lebih khusyuk dari malam sebelumnya.

Saat khutbah, khotib menyampaikan taujihnya:

Peran Ibadah Ramadhan

Ibadah Ramadhan setidaknya memiliki tiga peran. Yang pertama, ibadah ramadhan membentuk individu yang amanah dan jujur. Hal ini sangat jelas terlihat pada ibadah shoum. Tidak ada yang bisa menjamin kita sedang berpuasa dan masih menjaga puasa kita selain diri kita.

Yang kedua, ibadah ramadhan membentuk keluarga yang harmonis (Sa-Ma-Wa). Dengan berkumpulnya keluarga disaat berbuka dan shaur, akan tercipta suasana yang harmonis. Selain itu ibadah saat berpuasa melatih pengendalian diri dan pola interaksi terutama dengan keluarga.

Yang ketiga, ibadah ramadhan membentuk jama'ah islami. Ibadah Qiyamul Lail (Taraweh + Witir) yang dilakukan segenap warga menciptakan pola interaksi jama'ah yang masif. Datangnya setiap elemen masyarakat dengan tujuan yang sama ke masjid setiap harinya menunjukan keutuhan bermasyarakat.

Jadi, setidaknya ada 3 hal yang dibentuk pada bulan ramadhan. Individu jujur dan amanah, keluarga sakinah-mawadah-warohmah dan keutuhan jama'ah.


[+]Baca lanjutanya ...

Hikmah Malam Ke-4 Ramadhan

Alhamdulillah, sampai pada malam ke-4 Ramadhan.

Tempat : Masjid Ar-Taubah, Rawajati Timur, Pancoran.

Program Ramadhan Masjid :
> Sholat Taraweh 20 rakaat + 3 Witir ba'da isya dilanjutkan khutbah
> Zakat Fitri
> dll.

Hikmah :

Malam ini cerah, bulan sabit menghiasi langit. Kaki melangkah ke masjid tatkala azan isya berkumandang. Alhamdulillah tiba sebelum Isya dimulai. Ba'da Isya bilal langsung mengumandangkan niat sholat taraweh, dan sholat tarawehpun dimulai. Suasana di dalam masjid lmayan panas, beberapa kipas angin yang menempel di dinding masih kurang menyejukkan suasana. Beberapa jamaah terlihat berkeringat dan mengusapkan koko serta sarungnya kewajah untuk menyapu keringat. Inilah ujian kekusyuan untuk malam ini.


Setelah delapan rakaat sholat taraweh berakhir, banyak jamaa'ah yang meninggalkan masjid. Hampir setengah jamaah pergi. Sudah tidak bisa khusyu dengan temperatur masjid? Atau mau melanjutkan qiyamul lail dirumah? atau malah mau menonton atraksi Limbad loncat dari ketinggian 20 meter setelah berdiri di ketinggian tersebut selama 20 jam ? Wallahu'alam.

Gerombolan anak kecil berkumpul di rel kereta di perlintasan pejalan kaki. Pemandangan saat pulang taraweh itu terlihat kurang wajar. Mereka tidak hanya diam . Selain mengobrol, mereka juga serentak melempari kereta yang lewat dengan batu. Entah apa yang dipikirkan, yang jelas hal tersebut membahayakan penumpang, warga dan diri mereka sendri. Siapa yang tahu batu yang mereka lemparkan akan berbalik ke mereka atau pejalan kaki disekitar mereka, yaitu saya.

[+]Baca lanjutanya ...

Sunday, August 23, 2009

Hikmah Malam Ke-3 Ramadhan

Alhamdulillah, sampai pada malam ke-3 Ramadhan.

Tempat : Masjid Al-Ikhlas, Jati Padang, Pasar Minggu.

Program Ramadhan Masjid :
> Sholat Taraweh (Reguler) 8 rakaat + 3 Witir ba'da isya setelah ceramah
> Sholat Taraweh 1 juz, mulai jam 1/2 10 malam
> Pesantren ramadhan untuk SD
> SIR (Studi Islam Ramadhan) untuk SMP-SMA
> Itikaf di 10 malam terakhir
> Zakat Fitri
> dll.

Hikmah :

Ba'da Ashar sudah berada di masjid ini, sekalian ngabuburit. Menunggu buka panitia mondar-mandir menyiapkan hidangan ta'jil, semakin menggoda pikirku. Azan Maghrib berkumandang, ta'jil nikmat segera disantap. "Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim... Nikmat shoum yang pertama telah hambamu rasakan, perkenankan hamba-Mu dapat menikmati yang kedua di Ar-Royyan - Mu kelak, Amiin".


Menjelang taraweh seteah Isya Berjama'ah, khotib mulai menyampaikan taujihnya:

Yang Harus Dihindari Ketika Berpuasa

Secara umum, hal yang dihindari dibagi menjadi 2 kelompok, fisik dan non fisik.

Hal fisik yang harus dihindari ketika shoum adalh makan, minum dan bercampur suami istri ketika berpuasa. Ketika seseorang melanggar larangan dalam katagori ini, maka batal puasanya. Puasa yang batal diakibatkan makan dan minum disengaja harus di ganti pada bulan lain. Namun jika batalnya karena bercampur suami istri, orang tersebut harus memerdekakan budak muslim atau berpuasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 fakir miskin. Mengingat beratnya pelanggaran puasa karena yang satu ini, dianjurkan sekali untuk para suami untuk tidak menggoda istrinya ketika berpuasa dan sebaliknya ^_^.

Hal non fisik yang harus dihindari ketika berpuasa antara lain:
1. Rafas / berbicara kotor / mengarah ke pornografi
2. Berpakaian tidak menutup aurat (diperhatikan benar untuk istri dan remaja putri), karena dikhawatirkan mengganggu lelaki yang sedang berpuasa.
3. Berteriak-teriak / tawuran / membunyikan petasan / klakson yang tidak wajar (klakson kereta di kendaraan bermotor). Karena sekali lagi dapat menganggu orang yang sedang beribadah(adab kendaraan di sekitar tempat ibadah) dan membuat orang yang shoum tidak merasa aman.
Krtika seseorang melakukan pelanggaran larangan non fisik, maka pahala puasanya bisa berkurang atau bahkan hilang. Naudzubillah.

Ada kejadian yang unik ketika khorib menyampaikan uraian larangan non fisik yang ketiga. Karena pada saat yang bersamaan ada anak kecil disekitar masjid yang menyalakan petasan. ^_^.


[+]Baca lanjutanya ...

Saturday, August 22, 2009

Hikmah Malam Ke-2 Ramadhan

Alhamdulillah, sampai pada malam ke-2 Ramadhan.

Tempat : Masjid Ar-Rahmah, Rawajati, Pancoran.

Program Ramadhan Masjid :
> Sholat Taraweh 20 rakaat + 3 Witir ba'da isya dilanjutkan khutbah
> Ta'jil dari warga dilakukan secara bergilir
> Zakat Fitri
> dll.


Hikmah :

Setelah menikmati ta'jil dirumah, langsung melangkahkan kaki ke masjid dekat rumah ketika azan Isya berkumandang. Suasananya begitu ramai, sampai-sampai mendapatkan tempat sholat di pelataran masjid (maklum, berangkat ketika azan ^_^). Namun keramaian bukan hanya berasal dari kuantitas Jama'ahnya, lokasi masjid yang berada di pertigaan jalan membuat suasana bising akibat lalu-lalang kendaraan. Ditambah suara mondar-mandir kereta yang relnya berjarak +/- 5 meter dari pagar masjid. Belum lagi hiasan suara petasan yang memekakan telinga. Inilah ujian kekhusyu'an.


Heran, setiap ramadhan, selain pedagang sembako laris, penjual petasan-pun laris. Darimana-sih budaya membunyikan petasan ini muncul? Apakah karena pada jaman Nabi banyak peperangan terjadi pada bulan Ramadhan sehingga saat ini diperingati dengan perang petasan? Bagaimana menurut anda?

nb:
*Perang petasan : perang-perangan yang dilakukan anak kecil (SD-SMP, SMA juga ada) dengan saling melemparkan petasan. Sarung biasanya menjadi alat yang multi guna. Dari mulai menangkis petasan, dilinting menjadi cambuk untuk membuat suara yang tak kalah dengan petasan, dll.

[+]Baca lanjutanya ...

Friday, August 21, 2009

Hikmah Malam Pertama Ramadhan

Alhamdulillah, tiba juga malam pertama ramadhan.

Tempat : Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok

Program Ramadhan Masjid [PESIAR UI]:
> Sholat Taraweh 8 rakaat + 3 Witir ba'da isya setelah khutbah
> Iftor Jama'i
> Itikaf di 10 malam terakhir
> Zakat Fitri
> dll.

Hikmah :

Suasana penyambutan malam pertama ini luar biasa. Jamaah Sholat teraweh memadati Masjid UI (walaupun tidak sebanyak jamaah sholat Jumat). Jamaah terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sekitar. Sebelum teraweh, disampaikan agenda-agenda Pesiar UI (Pesona Syiar Ramadhan UI) yang telah disebutkan di atas.


Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa fenomena ini sudah layak terjadi. Membludaknya Jama'ah pada malam pertama ramadhan bukan menjadi sesuatu yang diherankan. Karena kian hari jamaah akan mengalami "kemajuan". Tapi apapun itu, hal ini patut disyukuri karena ramadhan benar-benar dinantikan muslim se Indonesia. Dimulai dari para cendikia yang mencontohkanya lewat kondisi ramadhan Masjid UI. Kita sama-sama berharap, semoga 'kemajuan' yang dimaksud bukan merupakan arti konotasi dari yang selama ini telah beredar (baca: kemajuan shaf). Namun kemajuan kualitas dan kuantitas, atau kondisi di 29 hari sisanya bisa sama seperti malam ini. InsyaAllah.

[+]Baca lanjutanya ...

Tinggal Selangkah Lagi...

"Kan datang kembali
Meluruhkan kerinduan
oOhh...
Ramadhan."



Jiwa dan raga selangkah lagi kan melangkah di bulan nan suci
Tertanam keyakinan akan segala dosa yang telah dilakukan
Menyebar bak spora dibawa angin yang menerpa
Jatuh di hati lain insan, dengan atau tanpa kesadaran


Untuk itu, Sobat...
Maafkanlah segala salah
Yang membuat matamu basah, atau diam menaham amarah

Bantulah jiwa ini masuk kedalam Ramadhan dengan kelegaan yang sangat
Terbebas dari prasangka dan sasaran dengki yang masih dipendam
Yang kau tahu Sobat...
Lapangnya dadamu dalam memaafkan salahku bisa jadi amal unggulmu

Sobat, Maafkanlah...
Maafkanlah...
Maaf,
Lahir dan batin.

Lalu, dengan bekal maafmu, ringan hati dan raga melangkah...
Tinggal selangkah lagi
Tinggal selangkah hari
Menuju Ramadhan
Dan rindu tergugurkan

Tinggal selangkah lagi,
Allahumma Balighna Ramadhan...
Allahumma Balighna Ramadhan...
Allahumma Balighna Ramadhan...

Ya Allah, bagiku ini dekat, tapi tiada satupun yang dapat menentang takdirmu
Ya Allah, Sampaikanlah hamba-Mu ke dalam bulan Ramadhan
Amin

[+]Baca lanjutanya ...

Friday, March 20, 2009

Sidak Kereta di pagi hari

Pagi ini kereta ekonomi menjadi alat transportasi saya ke kampus. Seperti biasa, karena memang kereta yang menurut saya transportasi cepat nan murah. Suasana biasa saja hingga akhirnya sampai di stasiun Lenteng Agung.


Tidak kurang dari 8 orang petugas kereta bergerombol masuk di pintu kereta tempat saya berdiri sembari merasakan angin pagi. Mereka dengan pakaian dinasnya mula-mula melihat keadaan gerbong. Saat itu saya berada di gerbong paling depan. Sebagian dari mereka memeriksa dinding dan langit-langit untuk mencoba melepaskan sticker caleg dan parpol dengan tangan kosong. Namun upayanya tak berhasil karena sticker telah menempel kuat.

Yang menarik baru dimulai.

Mereka secara bersama-sama memeriksa karcis para penumpang. "Klo tujuanya untuk pemeriksaan karcis, kenapa harus keroyokan? bukankah biasanya seorang petugas saja cukup" pikirku. Jawabanya segera keluar. Beberapa penumpang deseret keluar oleh petugas yang bebeda-beda. Mungkin sudah bisa ditebak mengapa meeka diseret keluar setelah pemeriksan karcis. Beberapa orang tersebut diturunkan di stasiun Universitas Pancasila.

Suasana tegang masih terasa. Beberapa petugas masih terlihat menjalankan aksinya di kereta. Mereka mulai menelusiri gerbong-gerbong selanjutnya. Hmmm, untuk efek jera, boleh juga strategi petugas. Malam sebelumnya saya juga melihat ada penumpang yang diminta push-up di depan loket karcis. Semoga strategi ini bisa benar-benar membuat penumpang lebih tertib.


gambar :
commons.wikimedia.org

[+]Baca lanjutanya ...

Thursday, March 19, 2009

The right way using PC

Kali ini saya ingin berbagi cara menggunakan PC dengan benar. Bisa jadi ada beberapa diantara kita yang masih menggunakan PC dengan kurang baik, sehingga : Cepat pegal, mata jadi lelah, ganti-ganti posisi karena gak pernah pw de.el.el. Berikut tips ringkasnya.


Klik gambar untuk perbesar!


Semoga tips ini dapat membantu.

sumber:
www.atnet.org



[+]Baca lanjutanya ...

Temukan Peluang Anda disini!

 

blogger templates | Make Money Online | Bersahabat Web Developer