Kali ini saya akan kembali berkisah mengenai pengalaman pulang kampus larut malam. Setibanya di stasiun dekat rumah, saya melangkahkan kaki melalui jalur yang biasa saya gunakan. Lalu tibalah pada jalan setapak di samping rel kereta yang dibatasi kerindangan pepohonan di sisinya. Suasana malam itu gelap, sedikitnya penerangan membatasi pandangan mata saat itu. Namun seperti biasa, dengan santai kulalui jalan setapak itu.Tidak seperti biasanya, malam ini ada yang berbeda. Suasana menjadi agak cangggung ketika hidung ini menangkap harum wewangian. Harum yang bisa dikatakan tak lazim di tempat seperti ini. Karena malam-malam sebelumnya belum pernah dirasakan. Harum dari bahan campuran kemenyan, harum bunga melati.
Esok paginya melewati jalan yang sama menuju kampus. Di lokasi yang sama, terucap kata subahanallah. Pemandangan rindang yang menghiasi jalan sungguh menentramkan hati. Hal ini menjadi lebih terungkap ketika ada niat meneksplorasi lingkungan mencari pembenaran peristiwa tadi malam. Dan jawabanya segera ditemukan.
Harum melati yang tercium tadi malam bersumber dari pohon melati yang sedang rindang bunganya. Tempatnya agak terpencil dan mungkin memang baru musimnya berbunga. Dugaan lainya adalah bunga tersebut rutin dipetik, namun malam itu sang pemilik tidak melakukanya. Siluet setinggi 2m adalah pohon yang ditebang. Semakin gelap karena ada bekas terbakar. Di sisi bawahnya ada jejak pembakaran sampah.
Hikmah yang dapat saya ambil dari kejadian ini adalah pentingnya berpikir logis dan berprasangka positif. Kadangkala untuk kejadian yang tidak lazim, kita sering langsung mengkaitkanya dengan fenomena gaib. Padahal jika kita mau berusaha lebih, mengobservasi, mengkaji dan meneliti. Kita bisa mengungkap lebih banyak hikmah dan ilmu yang bermanfaat. Kadangkala ketidak tahuan yang kita miliki membuat kita menyerahkan persoalan yang dihadapi kepada definisi "MISTERI". Seharusnya ketika memang akal tak mampu menjawabnya, maka ada konsekuensi positif lagi wajib bagi ummat beragama untuk menyerahkanya kepada agamnya. Islam menjawab hal itu.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51:56)
Berfikir positif terhadap kejadian yang kita alami sangat dianjurkan. Dalam kasus yang saya alami, keindahan bunga melati menjadi sirna malam itu. Kadang keindahan suatu hal disuatu waktu bisa menjadi keburukan diwaktu yang lain. Stigma negatif yang diberikan lebih kepada pemikiran dari praduga yang berkembang di masyarakat. Hal ini biasa saja dikalahkan jika kita terbiasa berpikiran positif dan logis ketimbang latah untuk mengikuti asumsi umum.
Jadi, tetap berusaha berpikir logis lagi positif. Sehingga keindahan sejati tidak ditutupi oleh kabut misteri.
[+]Baca lanjutanya ...






